Apa itu PLC?
PLC (Programmable Logic Control) adalah alat yang digunakan untuk menggantikan sistem kendali konvensional yang masih menggunakan relay-relay mekanik. PLC bekerja berdasarkan sinyal masukan dan syarat yang kita program untuk mengaktifkan keluarannya.
PLC kita program menggunakan software sesuai dengan PLC yang kita pakai, misal kita menggunakan PLC Allen Bradley software yang kita gunakan untuk memprogram PLC tersebut adalah RSLogix atau RS Studio sesuai dengan versi PLC yang kita gunakan.
PLC banyak digunakan pada industry sekarang ini karena PLC memberikan kita keleluasaan dalam memprogram sistem kendali sesuai kebutuhan kita dengan biaya dan infrastuktur yang jauh lebih efisien apabila kita menggunakan sistem konvensional menggunakan relay-relay mekanik.
Kelebihan PLC yang tidak dimiliki sistem kendali konvensional adalah:
- mampu untuk menyimpan program yang sudah dibuat dalam memori internalnya yang dapat diubah dengan mudah fungsinya dengan bahasa pemrograman yang mudah dipahami. (Programmable).
- mampu mengolah data input secara aritmatik dan logic (Aritmatic Logic Unit) untuk menghasilkan output yang dikehendaki. (Logic)
- mampu mengendalikan proses dan masukan untuk menghasilkan output yang dikehendaki. (Control).
- mampu untuk menyimpan program yang sudah dibuat dalam memori internalnya yang dapat diubah dengan mudah fungsinya dengan bahasa pemrograman yang mudah dipahami. (Programmable).
- mampu mengolah data input secara aritmatik dan logic (Aritmatic Logic Unit) untuk menghasilkan output yang dikehendaki. (Logic)
- mampu mengendalikan proses dan masukan untuk menghasilkan output yang dikehendaki. (Control).
Sejarah PLC
Pada akhir tahun 1960an PLC pertama kali diperkenalkan.
Alasan utama dibuatnya PLC adalah untuk mengurangi biaya pembuatan dan
perawatan sistem kendali yang masih menggunakan sistem konvensional menggunakan
relay mekanik.
Bedford Associates (Bedford, MA) mengajukan suatu alat yang
dinamakan Modular Digital Controller
(MODICON) untuk produsen mobil terbesar di Amerika Serikat dengan seri
MODICON 084.
MODICON 084 merupakan PLC pertama kali yang diproduksi secara
massal.
Ketika permintaan produksi berubah/bertambah sistem kendali
juga harus enyesuaikan dengan tuntutan produksi tersebut.
Akan menjadi sangat
mahal apabila kita masih menggunakan sistem kendali konvensional.
Relay adalah
alat mekanik yang mempunyai umur pakai dan perlu dilakukan perawatan berkala /
penggantian berkala.
Troubleshooting juga menjadi sulit karena banyaknnya relay
yang digunakan.
Sekarang mari kita bayangkan panel kendali mesin yang berisi
banyak sekali relay mekanik, mungkin ratusan atau bahkan ribuan relay.
Ukurannya mungkin bisa lebih besar dari mesin itu sendiri.
Apakah anda sanggunp
merawat dan memperbaiki sistem serumit dan sebesar itu?
Untuk memenuhi tuntutan produksi yang semakin tinggi kita
memerlukan suatu sistem kendali baru atau alat kendali yang bisa mengatasi
permasalahan tersebut. Sistem atau alat kendali baru ini harus mudah diprogram juga
oleh petugas maintenance atau engineer.
Umur pakainya juga harus panjang serta
mudah untuk dimodifikasi apabila ada perubahan aplikasi atau kendali. Sistem
atau alat kendali baru ini juga harus mamper beroperasi pada kondisi lingkungan
industry yang ekstrim.
Mungkin menurut anda itu semua permintaan yang terlalu
banyak. Jawabannya adalah dengan menggunakan teknik pemrograman yang sudah
diketahui banyak orang untuk menggantikan bagian mekanik dengan solid-state.
Pertengahan tahun 1970an teknologi PLC mulai berkembang
dengan perkembangan teknologi mikroprosesor. AMD 2901 dan 2903 adalah prosesor
yang popular digunakan pada MODICON dan PLC A-B. Bahkan sampai sekarang
beberapa PLC masih diproduksi menggunakan AMD 2903
Kemampuan komunikasi PLC menjadi penting kira-kira pada
tahun 1973. Sistem pertama kali yang diperkenalkan adalah MODICON’s Modbus.
Dengan sistem ini PLC dapat berkomunikasi dengan PLC lainnya dan dapat
ditempatkan pada satu tempat jauh dari mesin.
Dengan teknologi Modbus ini PLC
juga memiliki kemampuan untuk mengirim dan menerima besar tegangan yang
berbeda-beda. Inilah awal mulanya analog masuk ke dalam PLC.
Sayangnya karena
tidak ada standardisasi komunikasi PLC menjadi kendala tersendiri karena protocol
dan jaringan yang tidak compatible.
Tahun 1980an mulai
dilakukan standardisasi untuk protocol komunikasi PLC dengan standard manufacturing automation protocol (MAP) milik
General Motor.
Pada tahun ini juga terjadi perkembangan untuk software
pemrograman PLC dengan menggantikan bahas pemrograman menggunakan simbol-simbol
yang sekarang kita kenal dengan LAD atau Ladder diagram.
Tahun 1990an tidak banyak protocol baru yang diperkenalkan.
Standard terbaru (IEC 1131-3) sudah menggabungkan pemrograman PLC dalam satu
Standard Internasional.
Sekarang kita memiliki bahas pemrograman PLC; ladder
diagram (LAD), function block diagram (FBD), daftar instruksi (STL), C, dan structured text. PC juga mulai digunakan
untuk menggantikan PLC pada beberaa aplikasi.
Apakah yang menanti kita di tahun selanjutnya?

No comments