Pengertian PLC
Pada bagian 1 sudah sedikit dibahas pengertian PLC.
Pada bagian ini kita akan membahas lebih dalam pengertian dan sistem kerja dari
PLC.
PLC atau Programmable
Logic Control adalah suata alat elektronik digital yang digunakan untuk mengendalikan, memonitor, dan mengolah data pada suatu proses permesinan.
Seperti namanya, secara esensi PLC mempunyai tiga fungsi
utama yaitu
1.
Programmable : berfungsi sebagai alat/sistem
kendali yang bisa diprogram fungsi dan kegunaannya sesuai dengan proses yang
kita kehendaki.
2.
Logic :
berfungsi sebagai pusat pengolahan data baik digital maupun analog secara logic
dan aritmatik (Arithmetic Logic Unit).
3.
Control : berfungsi sebagai pusat
kendali proses permesinan dengan membandingkan input dan program untuk
menghasilkan output yang dikehendaki.
Bagian-bagian dalam PLC
Secara garis besar PLC terdiri dari CPU, memory, dan circuit
untuk menerima data input/output.
Kita dapat menganggap bahwa PLC adalah suatu alat yang
terdiri dari ratusan bahkan ribuan relay, counter, timer, dan perangkat
penyimpanan data.
·
Input
circuit
Input circuit berupa relay input mekanik yang
terhubung ke luar PLC.
Relay input menerima sinyal masukan dari
sensor atau switch.
Terdapat dua jenis sinyal masukan yang
diterima oleh PLC yaitu sinyal digital
dan sinyal analog.
Sinyal digital merupakan saklar biner yang
hanya memiliki dua kondisi, ON dan OFF saja (1 dan 0) dengan tegangan kerja 24V
saat ON dan 0V saat OFF.
Contoh input digital antara lain push
button, saklar/switch, level switch, limit switch, relay contact, dan empty
level switch
Sinyal analog adalah sinyal data dalam
bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah
karakteristik gelombang.
Input analog pada PLC menggunakan arus
listrik sebagai gelombang pembawa infomrasinya karena arus tidak akan mengalami
penurunan seperti yan dialami teganan apabila letak peralatan input berada jauh
dari PLC.
Rentang arus yang biasa digunakan untuk
input analog PLC adalah 4-20mA atau 0-20mA.
Contoh input analog antara lain: pressure transmitter,
flowmeter, temperature transmitter, dan level transmitter.
·
CPU
Fungsi CPU pada PLC sama dengan fungsi CPU
yang terdapat pada komputer kita yaitu pusat operasi dan pengolahan data.
CPU mengolah data input yang diterima oleh
input circuit sesuai dengan program yang telah dibut untuk kemudian
menghasilkan output yang dikehendaki.
·
Memory
Memory merupakan bagian dari CPU yang
berfungsi untuk menyimpan data sementara (RAM) dan tempat menyimpan program
yang harus dijalankan (ROM).
RAM (Random-access Memory ) berfungsi untuk
menyimpan status dari input dan output selama prosesberjalan sedangkan ROM
(Read-only Memory) berfungsi untuk menyimpan variable yang digunakan pada
program.
·
Internal utility
relay
Bagian ini tidak terhubung dengan dunia
luar dan hanya dalam memory PLC. Relay ini merupakan relay virtual yang bisa
digunakan untuk menggantikan relay mekanik pada saat memprogram PLC.
·
Counter
Merupakan counter atau pencacah virtual
yang tersimpan di dalam memory PLC sebagai instruksi. Counter ini berfungsi
seperti halnya counter pada umumnyayang dapat mencacah naik ataupun turun.
Counter ini bekerja berdasarkan kecepatan clock
dari PLC.
·
Timer
Seperti halnya counter, timer merupakan
instruksi virtual yang tersimpan di dalam memory PLC yang dapat digunakan
menggunakan kode-kode tertentu.
Terdapat banyak variasi dari jenis timer,
namun yang paling sering digunakan adalah timer on-delay dan timer off-delay.
Timer juga dipengaruhi oleh kecepatan clock
dari PLC.
·
Output
circuit
Hasil pengolah data di CPU diterjemahkan
dalam output/keluaran PLC, bisa berupa sinyal digital ataupun sinyal analog
untuk menjalankan aktuator.
Sinyal digital dan analog pada output
memiliki prinsip yang sama seperti sinyal digital dan analog pada input.
Sistem kerja PLC
PLC bekerja dengan melakukan scanning pada program
secara terus menerus.
Proses scanning ini terdiri dari tiga langkah penting, cek
status input, eksekusi program, dan update status output.
Langkah 1-cek status input.
Pertama-tama PLC melihat status dari semua input (ON atau
OFF).
PLC memeriksa satu persatu status dari perlatan yang
terhubung pada input circuit. Bagaimana status input 1? Apakah input 2 ON?
Apakah input 3 OFF? Dan seterusnya…
PLC akan menyimpan status setiap input pada memory untuk
diproses lagi pada langkah selanjutnya
Langkah 2-eksekusi
program
Selanjutnya PLC akan mengeksekusi program instruksi demi
instruksi. Satu instruksi/rung setiap waktu.
Karena status dari setiap input sudah tersimpan dimemory,
PLC akan mencocokkan data-data input tersebut dengan program, input mana
mengaktifkan output yang mana.
Atau input tertentu akan diolah terlebih dahulu sebelum
menghasilkan output.
Langkah 3-update
status ouput
Akhirnya setelah melakuan pengolah data input, PLC akan
mengupdate status output sesuai hasil pengolahan pada langkah sebelumnya.
Response time
Response time adalah waktu yang dibutuhkan PLC untuk
mengolah data input sampai menghasilkan output.
Sama seperti otak manusia, PLC memerlukan waktu untuk
bereaksi terhadap perubahan input.
Dalam memilih PLC response time adalah salahs atu factor yang
perlu diperhatikan.
Untuk beberapa aplikasi kecepatan response PLC mungkin tidak
terlalu diperhatikan, namun untuk aplikasi-aplikasi dan proses yang lebih
presisi kecepatan response PLC menjadi sangat penting.

No comments