adds

recent

Titulo

Merancang Wiring Diagram Itu Mudah

Ada banyak diagram skema yang digunakan untuk menggambarkan rangkaian peralatan listrik, salah satunya dan yang paling sering digunakan adalah wiring diagram atau diagram kawat.
Wiring diagram atau diagram kawat adalah gambar kerja/gambar diagram sederhana yang menggambarkan rangkaian pengkabelan atau pengkawatan peralatan elektronik
dengan bantuan simbol-simbol dalam bentuk yang disederhanakan.
Diagram kawat ibarat peta yang menunjukkan fungsi dari suatu peralatan elektronik dan komponen-komponen penyusunnya yang saling tersambung sebagai satu rangkaian elektronik. Serta menunjukkan aliran arus pada rangkaian elektronik.

Merancang diagram kawat (wiring diagram)

Pedoman dalam merancang diagram kawat:
  1. Jalur arus harus digambarkan dengan garis lurus tanpa perpotongan.
  2. Posisi ruang dan interkoneksi mekanik dari masing-masing bagian tidak digambarkan dalam diagram kawat.
  3. Diagram kawat harus menunjukkan metode operasi dan urutan pensaklaran suatu rangkaian elektronik atau sistem kendali dengan jelas dan tepat
  4. Kumparan magnet atau kumparan kontaktor harus disusun sedemikian rupa sehingga satu terminal tersambung langsung ke jalur netral rangkaian control.
  5. Semua kontak yang dioperasikan dengna satu kontaktor mempunyai penandaan yang sama seperti kontaktornya
  6. Terminal digambarkan dan diberi nomor yang sama seperti pada table terminal dan diagram rangkaian.
  7. Untuk rangkaian yang besar disarankan agar diagram kawat dibagi kedalam jalur-jalur arus.
  8. Diagram alat dari alat pembagi dapat digambarkan di bawah jalur arus.
  9. Jenis kontak saklar naik normal tertutupatau terbuka (NO/NC), bagian dimana kontak berada harus bebas.
  10. Setiap bagian alat diberi kode huruf untuk menandakan jenisnya. Jika terdapat beberapa bagian dari jenis yang sama, maka diberi nomor yang berurutan.

Petunjuk untuk merancang diagram kawat:
  1. Jalur arus digambar secara vertical diantara jalur supply tegangan.
    wiring diagram
    Gambar 1. Jalur arus
  2. Peralatan saklar, alat pembagi dan elemen awal harus digambar pada sudut yang tepat terhadap jalur arus.
    Wiring diagram
    Gambar 2. elemen saklar
  3. Arah aliran arus listrik selalu dari atas ke bawah
    Wiring diagram
    Gambar 3. membaca arah aliran arus listrik
  4. Perpotongan garis harus dihindari.
    Wiring diagram
    Gambar 4. pedoman penggambaran 1
  5. Peralatan harus digambarkan dalam kondisi tegangan nol (dimatikan). Pengecualian harus ditunjukkan dengan jelas, misalnya :tanda panah.
    Wiring diagram
    Gambar 5. pedoman penggambar 2
  6. Peralatan control, seperti: kumparan, lampu sinyal harus disambungkan langsung ke konduktor netral atau jika sistem suplai dibumikan, maka disambungkan langsung ke konduktor netral bumi (PEN)
    Wiring diagram
    Gambar 6. pedoman penggambarn 3
  7. Jalur arus harus diberi nomor secara berurutan, elemen rangkaian harus ditempatkan dari kiri ke kanan berdasarkan urutan operasinya. Elemen rangkaian harus dilengkapi dengan kode huruf dan nomor yang berurutan.
    Wirng diagram
    Gambar 7. pedoman penggambarn 4



    Pedoman-pedoman dalam merancang wiring diagram yang disebutkan diatas merupakan pedoman-pedoman dasar yang harus diikuti dalam pembuatan wiring diagram. Setiap wiring diagram mungkin memiliki spesifikasi khusus sesuai dengan kebutuhan dan aplikasi wiring diagram.

No comments

Adds

.
Powered by Blogger.